Saatnya Menggalakkan Kampanye PUP

Rabu, 5 Oktober 2016 10:29:39 - Oleh : Mardiya

Ada persoalan besar yang harus diselesaikan oleh Pemda DIY terkait dengan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Persoalan yang dimaksud selain banyaknya kasus pernikahan dini di DIY yang sepanjang tahun 2015 mencapai 370 kasus, bahkan tahun sebelumnya 482 kasus, juga terkait dengan tingginya angka persalinan pada remaja yang mencapai 1.078 kasus. Persoalan ini jelas tidak main-main, karena dampaknya yang sangat luas. Bukan sekedar terkait dengan buramnya masa depan yang bersangkutan, tetapi juga terkait dengan persoalan kependudukan, kesehatan, pendidikan, sandang, papan, pangan dan persoalan sosial lainnya karena ketidakberdayaan keluarga yang mereka bangun dari sisi ekonomi.


Kasus pernikahan dini yang indikatornya mendasarkan pada UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan di mana batasan perempuan menikah minimal usia 16 tahun dan laki-laki 19 tahun, akan berpengaruh besar terhadap kesejahteraan dan ketahanan keluarga yang mereka bangun. Dipastikan, secara ekonomi, mental dan social, mereka belum siap sepenuhnya untuk mengarungi kehidupan berkeluarga. Bahkan cenderung tidak siap, mengingat sebagian besar di antara mereka, pernikahan terjadi karena sebelumnya diawali dengan "kecelakaan" akibat pergaulan yang terlalu bebas. Maka tidak mengherankan bila keluarga yang mereka bangun penuh dengan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), percekcokan, perselingkuhan hingga keretakan rumah tangga yang berujung pada perceraian.


Ini belum termasuk secara fisik tubuh sang ibu yang belum tumbuh dan berkembang sepenuhnya. Banyak ancaman penyakit dan kerawanan lainnya yang berujung pada kematian, saat seorang perempuan terpaksa hamil dan melahirkan di usia yang sangat muda. Mulai dari perdarahan saat melahirkan, kesulitan bersalin, kekurangan gizi dan zat besi hingga resiko terkena kanker serviks karena hubungan seks yang terlalu muda.


Dalam kacamata demografi, banyaknya kasus pernikahan usia dini, membawa dampak pada peningkatan laju pertumbuhan penduduk yang berimplikasi pada peningkatan kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan kebutuhan sosial lainnya. Dan ini telah nyata terjadi. Banyaknya kasus pernikahan dini di DIY yang diiringi dengan banyaknya kasus persalinan remaja telah ikut andil dalam meningkatkan laju pertumbuhan penduduk dari 0,72 persen per tahun pada periode 1990- 2000 menjadi 1,04 persen per tahun pada periode 2000-2010.

« Kembali | Kirim | Versi cetak